Maman Abdurrahman: Sukses Karir di Umur Muda dan Tua

Maman Abdurrahman

jakmania1928.com – Ekspedisi karier Maman Abdurrahman begitu didambakan tiap pesepak bola. Dikala masih muda, dia mencapai bermacam kesuksesan individu. Dikala telah tua, dia masih berkesempatan buat merasakan nikmatnya trofi Liga Indonesia.

Masa keemasan Maman Abdurrahman bagaikan pemain terjalin kala dia berseragam PSIS Semarang pada 2005- 2008 ataupun sehabis membela Persijatim Solo FC pada periode 2001- 2005.

Baru pula bergabung, Maman sudah sukses mengantar PSIS ke babak final Divisi Utama Liga Indonesia 2006. Tetapi, dia kandas bawa kembali gelar ke Semarang sehabis dikandaskan Persik Kediri 0- 1.

Tetapi, Maman masih dapat mencaplok gelar individu. Dia didaulat sebagai pemain terbaik Liga Indonesia musim 2006. Kala itu, Maman sukses membentuk benteng tangguh di lini pertahanan PSIS bersama Fofee Kamara dan Zoubairou Garba. Nama terakhir masih eksis bersama Persebaya Surabaya.
Berkat penampilannya bersama PSIS, Maman Abdurrahman memperoleh panggilan ke Timnas Indonesia senior pada tahun yang sama. Tadinya, dia lebih banyak bermain dengan timnas U- 23.

Sehabis kontraknya bersama PSIS berakhir, Maman Abdurrahman bergabung dengan Persib Bandung pada 2008 sampai 2013. Di tengah kariernya bersama regu berjulukan Pangeran Biru itu, dia dihajar tuduhan penyuapan di Piala AFF 2010 bersama Timnas Indonesia.

Seluruh berawal dari kekalahan 0- 3 Timnas Indonesia dari Malaysia pada partai final leg awal Piala AFF 2010 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Beberapa pemain Timnas Indonesia dituding menerima suap buat membiarkan Malaysia menang. Dasar dari tuduhan tersebut merujuk dari proses gol- gol tuan rumah.

Paling utama kala Safee Sali membuka skor buat Malaysia pada menit ke- 61. Kala itu, Maman jadi bulan- bulanan sebab kandas menutup pergerakan Norshahrul Idlan yang jadi pembuat assist buat berhasil tersebut.

Cerita dugaan penyuapan tersebut apalagi terus diingat sampai dikala ini serta sempat dibahas oleh program Mata Najwa di suatu tv swasta pada 2018.

Cedera dan Serasa Hidup Kembali bersama Persija

Nama Maman sempat menghilang dari peredaran setelah meninggalkan Persib untuk bergabung dengan Sriwijaya FC pada 2014. Ia mengalami cedera ligamen ketika bermain di turnamen pramusim.

Cedera tersebut membuat kontrak Maman diputus Sriwijaya FC sesaat sebelum kompetisi 2014 dimulai. Menurutnya cedera itu lumayan membuatnya frustrasi. Akhirnya ia memutuskan untuk vakum dulu, dan selama waktu itu sang pemain fokus dengan penyembuhan kaki.

“Ikut terapi, pengondisian, dan juga banyak habiskan waktu di gym. Waktu itu saya sampai memilih untuk tidak mau tahu soal sepak bola Indonesia karena saking frustrasinya. Selama setahun itu saya nggak tahu apa-apa soal sepak bola Indonesia,” ucap Maman pada Juli 2016 dinukil dari Pandit Football.

“Akhirnya kaki saya sembuh. Kemudian dapat telepon dari Om Bambang Nurdiansyah. Beliau mengajak saya untuk bergabung ke Persita. Awalnya manajemen Persita juga ragu mau ambil saya, sebab saya sudah senior dan juga baru sembuh dari cedera. Tapi Alhamdulillah akhirnya mereka memberikan kepercayaan sama saya dan mengontrak saya,” tutur Maman.

Empat musim terakhir bersama Persija, Maman mencatatkan jumlah penampilan yang fantastis. Saat usianya makin gaek sebagai seorang bek, ia masih mampu mengukir 72 laga bersama tim berjulukan Macan Kemayoran tersebut.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x